Sabtu, 17 November 2012


Makalah Virus





BAB I
PENDAHULUAN

         1.1.  LATAR BELAKANG
                Kita semua, pastinya pernah menderita penyakit flu atau influenza atau kita pernah mendengar  tentang penyakit gondong, herpes, dan AIDS. Penyakit-penyakit-penyakit  ini sebenarnya disebabkan oleh virus.
                Virus memiliki ukuran tubuh yang sangat kecil atau memiliki ukuran ultra mikroskopik, sehingga kita tidak bisa melihat virus dengan mata telanjang. Salah satu alat yang dapat digunakan untuk melihat virus adalah Mikroskop Electron Scaning.
               Virus tidak dapat hidup di alam secara bebas, melainkan harus berada di dalam sel makhluk hidup yang lain, seperti : manusia, hewan, tumbuhan, dan bakteri. Virus ada yang bermanfaat bagi manusia dan ada pula yang menimbulkan kerugian bagi manusia.

        1.2. TUJUAN DAN MANFAAT.
A. Tujuan.
·         Mempelajari tentang jenis-jenis penyakit yang disebabkan oleh virus, serta cara penularan dan pencegahan penyakit-penyakit tersebut.
·         Mempelajari pengelompokan virus berdasarkan asam inti yang dimilikinya.

B. Manfaat.
Manfaat yang diperoleh yaitu agar kita dapat memperoleh pengetahuan yang lebih dalam lagi mengenai  virus.

1.3.         RUMUSAN MASALAH.
·         Jelaskanlah pengelompokan virus berdasarkan asam inti yang dimiliki olehnya !
·         Jenis-jenis penyakit apa saja yang disebabkan oleh virus ?
·         Bagaimana cara penularan dan pencegahan penyakit yang disebabkan oleh virus ?

1.4.        METODE PENULISAN.
 Metode yang digunakan yaitu Riset Deskriptif, yaitu  metode yang bertujuan untuk membuat deskripsi atau pencandraan secara sistematis, factual, dan akurat mengenai fakta-fakta.





BAB II
PEMBAHASAN

2.1.     PENGELOMPOKAN VIRUS BERDASARKAN ASAM INTI YANG DIMILIKI OLEHNYA.
Berdasarkan asam inti yang dimilikinya, maka virus dibedakan atas 2, yaitu :
·         Virus yang asam intinya berupa DNA.
Virus menginfeksi sel inang, DNA mengalami replikasai (penggandaan) menjadi beberapa DNA. DNA juga mengalami transkripsi membentuk mRNA (RNA duta). RNA duta (mRNA) akan mengalami translasi (penerjemahaan) untuk menghasilkan protein selubung virus. Masih di dalam sel inang, DNA dan protein virus mentranslasi membentuk enzim penghancur yang akan menghancurkan membrane sel. Dengan demikian sel inang lisis (hancur) dan virus-virus keluar dan siap menginfeksi sel inang baru. Virus yang asam intinya berupa DNA misalnya virus herpes, bakteriofag, virus cacar.
·         Virus yang asam intinya berupa RNA.
Contoh virus RNA adalah HIV penyebab  penyakit AIDS. HIV memasukan RNA ke dalam sel inang. RNA virus malakukan transkripsi balik membentuk hybrid RNA-DNA dan akhirnya terbentuk DNA virus. Selanjutnya DNA virus (provirus) masuk ke dalam inti sel inang, menyisip ke dalam DNA inang. Jadi, DNA inang mengandung DNA virus (disebut provirus). DNA virus membentuk RNA duta yang dikeluarkan dari inti. Di dalam sitoplasma, RNA virus membentuk protein virus. Akhirnya protein virus dan RNA virus dirakit membentuk HIV.
  
2.2.  JENIS-JENIS PENYAKIT YANG DISEBABKAN OLEH VIRUS.
Virus dapat menyebabkan berbagai penyakit bagi manusia. Penyakit-penyakit ini, seperti :



a.      Mata Belek.
Penderita mengalami sakit mata yang sangat, mata berwarn amerah sekali dan mengeluarkan air mata, serta kotoran mata yang banyak. Biasanya mata penderita agak mambengkak. Penyakit demikian sering disebut sebagai mata belek atau belekan.
b.   Influenza.
Penyakit ini menyerang semua manusia. Ada lebih dari 200 macam virus penyebab penyakit influenza yang telah diketahui. Virus influenza sebenarnya menyerang saluran napas bagian atas, hingga timbul ingus, batuk, suhu tubuh meningkat, nyeri otot, demam, dan selera makan hilang. Penyakit ini sebenarnya tidak menimblkan kekebalan pada tubuh. Orang yang baru saja sembuh dari influenza dapat terserang lagi. Sebenarnya orang tersebut sudah kebal terhadap virus influenza yang baru menyerangnya. Jadi, influlenza yang dideritanya kemudian disebabkan oleh virus influlenza yang lain. Untuk menangkalnya, usahakan tubuh tetap sehat dengan makan dan istirahat yang cukup.
Virus influlenza berbentuk bola. Asam nukleatnya terdiri dari 8 bagian RNA yang beebeda di dalam kapsid. Kapsid terdiri dari membran protein dan molekul glikoprotein. Virus flu burung termasuk virus influlenza.        
c.       Polio.
Polio umumnya menyerang anak-anak. Gejalanya adalah demam, sakit kepala, tidak enak badan, mengantuk, sakit tenggorokan, mual, muntah, dan kadang disertai juga kaku leher dan tulang belakang. Penyakit ini dapat disembuhkan. Polio dapat menyebabkan kelumpuhan bila virus menyerang selaput otak (meninges) dan merusak sel saraf di otak depan. Bila sel saraf itu berhubungan dengan serabut motor saraf tepi, dapat membuat penderita lumpuh.
Masa inkubasi virus ini 3-35 hari, tapi umumnya antara 7-14 hari. Sumber utama virus ini ialah dari usus orang yang terinfeksi. Feses orang tersebut mengandung virus polio yang dapat menular lewat mulut melalui makanan yang terkontaminasi olehnya. Di awal infeksi, penyakit ini dapat disebarkan melalui infeksi saluran pernapasan. Vaksin polio adalah vaksin salk dan sabin. Vaksin salk berfungsi mamproduksi antibody di serum. Vaksin menetralkan virus yang virulen (mampu menginfeksi) saat memasuki aliran darah dan mencegah serangan ke sistem saraf pusat. Sementara vaksin sabin mengandung virus polio yang sudah dilemahkan.
d.    Cacar.
Cacar menyerang tubuh dan menyebabkan luka disekujur tubuh. Jika sembuh, meninggalkan bopeng pada tubuh dan wajah. Virus cacar berbentuk seperti bata yang dilapisi oleh dua membran. Inti virus terdiri dari pita ganda DNA. Virus ini dapat bertahan hidup di luar sel inang. Cacar adalah penyakit yang akut, fatal, dan sering epidemik. Cacar menginfeksi tubuh melalui saluran pernapasan. Gejala awalnya adalah menggigil, demam, sakit kepala, sakit punggung, dan lesu. Luka pertama muncul di wajah kemudian menyebar ke lengan atas, tangan, dan anggota badan. Masa inkubasi virus ini biasanya 12-16 hari.
Sumber infeksi adalah orang terinfeksi. Penyebaran penyakit terjadi melalui konta langsung, sekresi mulut, hidung, dan benda terkontaminasi virus tersebut seperti tempat tidur dan selimut. Cacar dapat diatasi dengan memberi vaksin cacar.
e.       Hepatitis.
Virus menyerang hati penderita hingga mmbengkak, mengakibatkan empedu beredar ke seluruh  tubuh sehingga kulit dan bola mata penderita berwarna kuning. Itulah sebabnya penyakit ini disebut penyakit kuning. Ada 3 macam virus yang menyerang yaitu virus A, B, dan non A- B. virus non A-B penyebab hepatitis C. yang paling berbahaya adalah virus B. Hepatitis menyebabkan kerusakan hati yang mengakibatkan cairan darah masuk ke dalam rongga perut. Perut penderita menjadi besar karena  terisi cairan tubuh dan darah. Penularannya melalui makanan dan minuman yang tercemar virus atau melalui perlengkapan makan dan minum yang tidak bersih. Saat ini sudah ditemukan vaksin untuk menangkalnya. Agar tidak terserang, usahakan agar setiap  anak mengikuti program imunisasi hepatitis, juga perlu mengikuti imunisasi penyakit lainnya yang diadakan secara bertahap. Selain itu hindari makanan dan minuman di warung atau tempat-tempat yang tidak higienis. 
  
f.        Campak (Morbili).
Campak biasanya menyerang anak-anak. Gejala campak adalah demam tinggi,m mengigau, batuk, mata pedih bila terkena cahaya, dan rasa ngilu di seluruh tubuh. Di awal fase inkubasi, virus berkembang biak di saluran pernapasan atas. Di akhir fase inkubasi, virus menuju ke darah dan beredar ke seluruh bagian tubuh, terutama kulit. Infeksi virus campak sering diikuti dengan infeksi sekunder oleh bakteri penyebab pneumonia dan infeksi telinga.
g.    Rabies (Anjing Gila).
Virus rabies menyerang sistem saraf pusat penderita. Virus rabies berbentuk seperti peluru dan dapat menginfeksi semua hewan berdarah panas, misalnya anjing, kelelawar, serigala, dan kucing. Gejala rabies pada manusia adalah seperti sakit kepala, gugup, demam, lesu, dan lumpuh. Kemudian diikuti mengigau, tertawa tanpa sebab, dan koma. Penderita mengalami hidrofobi (takut air).
Infeksi dapat terjadi karena gigitan hewan yang terinfeksi, atau karena kontak luka terbuka dengan ludah hewan yang terinfeksi. Masa inkubasi antara 10-14 hari sampai beberapa bulan. Pengobatannya adalah denagn pemberian vaksin rabies.
h.   Herpes Simplex.
Virus ini menyerang membran lendir di mulut, alat kelamin, mata, dan kulit. Kulit yang terserang terasa sakit dan panas, memerah, melepuh.
     Ada dua tipe virus penyebab herpes, yaitu HSV tipe 1 dan HSV tipe 2. Tipe
 1 biasanya menyerang bibir, mulut, hidung, dagu, dan pipi. Umumnya menginfeksi bayi dan anak-anak. Virus ini dapat berpindah melalui ciuman, berbagi alat makanan, dan handuk. Tipe 2 menyerang alat kelamin dan ditularkan melalui hubungan seksual.       
i.        Gondong. 
Gondong (parotitis) berbeda dengan gondok akibat kekurangan yodium. Gondong disebabkan karena serangan virus RNA, yang dapat menyerang otak, pankreas, kelenjar parotid (di leher), dan jantung. Infeksi pada kelenjar parotid menimbulkan bengkak di belakang telinga dalam waktu 18-21 hari setelah infeksi. Penyakit ini mudah menular ke  orang lain melalui hidung dan mulut. Akan tetapi jika seseorang telah sembuh dari penyakit gondong, dia akan memiliki kekebalan terhadap penyakit ini.                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  
j.        Kanker.
Ada kanker yang disebabkan oleh virus, ada yang disebabkan oleh faktor lain. Virus yang menyerang dapat mengakibatkan sel pemderita membelah terus-menerus menjadi kanker.
k.    AIDS (Acquired Immuno Deficiency Syndrome).
Acquired Immuno Deficiency Syndrome artinya hilangnya sistem kekebalan. Penyebabnya adalah virus HIV (Human Immunodeficiency Virus). Virus masuk ke dalam darah, menyerang sel-sel putih T4, yaitu sel darah putih yang dapat menawarkan racun penyakit yang masuk ke dalam tubuh. Jika tubuh terinfeksi HIV maka sel T4 akan hancur dan tubuh tidak mampu lagi melawan bibit penyakit.
Karena merupakan virus lisogenik, virus HIV memerlukan waktu sektar 8 tahun untuk menghancurkan sistem kekebalan tubuh penderita. Jika kekebalan tubuh penderita telah runtuh, maka bakteri yang tidak berbahaya bagi orang lain sudah dapat mengakibatkan penderita terserang penyakit. Seprti halnya penyakit yang disebabkan oleh virus, penyakit AIDS belum ada obatnya. Karena belum ditemukan obatnay, maka penderita tinggal menunggu waktu ajal yang akan tiba.
HIV ditularkan melalui hubungan seksual, tranfusi darah, jarum suntik. Ibu yang mengidap HIV dapat menularkan HIV kepada bayi dalam kandungannya. Sringkali penderita tidak merasa sakit nmeskipun telah terlacak adanya virus di dalam tubuhnya. Namun secara perlahan, gejala AIDS muncul. HIV tidak menular melalui jabat tanagn, ciuman, dan peralatan rumah tangga. Cara menghindari HIV, yaitu :
·         Tidak melakukan seks bebas,
·         Menghindari narkoba, dan
·         Mendapat donor darah dari orang yang sehat.
l.        Penyakit Ebola.
Virus ebola pada awalnya menyerang sejenis kera di hutan belantara Afrika. Disebut virus ebola karena ditemukann di sungai Ebola di Zaire, Afrika. Pada tahun 1976 diketahui bahwa virus ini dapat menyerang manusia dan menimbulkan kematian. Penderita mengalami pendarahan di sekujur tubuhnya. Pada manusia, mula-mula virus tersebut menyerang sel darah putih makrofag dan jaringan fibroblast. Virus menetap dan berkembang biak di jaringan tersebut. Selanjutnya virus menyebar menembus organ-organ tubuh dan menyerang lapisan endothelium serta jaringan ikat di bawahnya. Setelah seminggu penderita mengalami pendarahan di dalam tubuhnya, pendeita akan mengalami kerusakan ginjal dan hati. Pada saat seperti ini penderita mengalami demam, sakit kepala yang hebat, dan merasa sangat capai. Berikutnya penderita mengalami pengumpulan darah dan pendarahan, baik di dalam tubuh maupun di bagian luar tubuhnya, hingga akhirnya tak tertolong lagi.
m.  Demam Berdarah.
Demam berdarah disebabkan oleh virus dengue, yang termasuk genus Flavivirus. Ada beberapa subtype virus ini, misalnya DEN-1, DEN-2, DEN-3, dan DEN-4. virus ditularkan melalui nyamuk Aedes aegypti. Gejala penyakit ini adalahn demam atau panas tinggi, sakit kepala, timbul bercak kemerahan pada kulit, mimisan, dan pada tingkat yang lebih parah terjadi pendarahan pada organ-organ tubuh sehingga dapat menyebabkan kematian. Pendarahan terjadi karena virus menyebabkan trombosit (zat pembeku darah) mengalami penurunan jumlah.
n.   Cacar Air & Herpes Zoster.
Cacar air dan herpes zoster disebabkan oleh virus yang sama, yaitu Herpes virus varicellae. Cacar air pada anak-anak adalah penyakit rinagn, tetapi pada orang dewasa dapat menyebabkan kematian. Masa inkubasi cacar  air antara 14-16 hari. Virus terdapat di lender saluran pernapasan dan kemudian masuk ke darah dan beredar ke tubuh, terutama kulit. Gejala cacar air adalah demam, terbentuk gelembung kulit kering. Jika tidak terjadi infeksi bakteri luka akn sembuh tanpa berbekas.
Herpes zoster adalah infeksi saraf sensorik oleh H. varicellae. Herpes zoster terjadi pada orang dewasa yang pernah terkena cacar air pada saat kecil. Infeksi zoster sangat pedih dan hanya terdapat di sepanjang saraf sensori yang terinfeksi. Penderita dapat lumpuh bila infeksi terjadi di sum-sum tulang belakang, tetapi umumnya dapat sembuh dalam 2-4 minggu. Kedua penyakit tersebut saling berkaitan. Setelah cacr air sembuh, virus tinggaldi jaringan saraf. Virus tersebut dapat menjadi aktif dan bila kondisi tubuh penderita lemah dapat menimbulkan herpes zoster.
o.   Pilek (Selesma).
Pilek di sebarkan oleh ludah penderita yang terinfeksi dan dari kontak langsung. Gejala penyakit ini tampak dalam waktu 12-28 jam setelah terinfeksi. Gejalanya adalah tenggorokan kering, mata berair, hidung mengeluarkan cairan, dan membran hidung membesar sehingga susah bernapas. Pilek adalah penyakit ringan dan tidak berbahaya. Yang perlu diwaspadai adalah infeksi sekunder oleh bakteri. Pilek tidak dapat diobati dengan antibiotik. Antibiotik hanya berguna untuk mengobati infeksi yang disebabkan oleh bakteri.
Selain menyerang manusia, virus juga ada yang menyerang hewan dan tanaman. Virus yang menyerang hewan, misalnya rabies pada anjing, kucing, dan monyet, juga penyakit kuku dan mulut pada ternak sapi, serta penyakit sampar pada ayam (tetelo). Penyakit-penyakit ini dapt menyebabkan kematian pada hewan yang terinfeksi oleh penyakit-penyakit tersebut.
Sedangkan pada tumbuhan, misalnya penyakit mosaik (bercak-bercak warna kuning) pada tembakau, tomat, dan kentang, juga penyakit degenerasi pembuluh tapis pada jeruk, serta penyakit kerdil atau penyakit tungro pada padi, yang menyebabkan pertumbuhan padi terhambat.

2.3.   CARA PENULARAN DAN PENCEGAHAN PENYAKIT KARENA VIRUS.
Sebagian besar virus masuk ke tubuh manusia melalui mulut dan hidung, sebagian melalui kulit yang luka. Sebenarnya di dalam tubuh kita terdapat sistem pertahanan yang dapat menyerang virus yang masuk ke tubuh.
Obat-obatan antibiotic yang digunakan dalam memerangi penyakit infeksi oleh bakteri tidak dapat digunakan untuk mematikan virus. Sebenarnya obat antibiotik hanya berguna untuk mematikan bakteri penyebab infeksi sekunder yang sering menyertai penyakit oleh virus. Virus itu sendiri hanya dapat dilawan oleh daya tahan tubuh kita (antibody).
Terbentuknya antibody di dalam tubuh dapat dirangsang secara buatan. Untuk merengsang seltubuh membentuk antibody, tubuh di beri vaksin atau bibit penyakit yang sudah dilemahkan. Setelah tubuh membentukl antibody, tubuh akan kebal terhadap serangan penyakit. Virus juga dapat dibuat vaksin, misalnya vaksin polio, hepatitis, rubella, dan cacar. Vaksin merangsang sel-sel limfosit untuk menghasilkan antibody. Jadi, vaksin dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh.






BAB III
PENUTUP

3.1.  KESIMPULAN.
·         Berdasarkan asam inti yang dimiliki olehnya, maka virus dibagi menjadi dua, yaitu virus yang asam intinya berupa DNA dan virus yang asam intinya berupa RNA.
·         Penyakit-penyakit yang disebabkan oleh virus, seperti penyakit mata belek, influlenza, polio, cacar, campak (morbili), hepatitis, rabies (anjing gila), herpes simplex, gondong, kanker, AIDS (Acquired Immuno Deficiency Syndrome), ebola, demam berdarah, cacar  air dan herpes zoster, serta pilek (selesma).
·         Virus masuk ke tubuh manusia lewat hidung, mulut, dan kulit yang luka. Virus hanya dapat dilawan oleh daya tahan tubuh kita (antibody). Antibody dapat dirangsang secara buatan, dengan cara tubuh diberi vaksin atau bibit penyakit yang sudah dilemahkan. Jadi, vaksin dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh kita.

3.2.  SARAN.
Virus dapat dilawan dengan cara tubuh diberi vaksin, karena dapat meningkatkan sistem kekebalan pada tubuh kita. Oleh sebab itu, usahakan agar kita semua telah mengikuti program imunusasi yang diadakan secara bertahap. Selain itu hindari makan dan minum di warung atau tempat-tempat yang tidak higienis.




DAFTAR   PUSTAKA

·         Syamsuri, Istamar dkk. 2004. Biologi untuk SMA kelas X. Malang.  Penerbit Erlangga.

Contoh Makalah IPA Pencemaran

28JAN
BAB I
PENDAHULUAN
Dewasa ini, bersamaan pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan yang semakin global, kondisi lingkungan hidup juga semakin berubah. Lingkungan hidup sebagai tempat melaksanakan segala aktifitas kehidupan, kini menunjukan perkembangan menuju ke arah yang memprihatinkan. Semakin maraknya kebutuhan manusia yang harus mutlak dipenuhi tanpa memandang dampak terhadap kondisi lingkungan hidup hayati itulah salah satu penyebab semakin kritisnya kondisi lingkungan hidup tersebut.
Khususnya di Negara Indonesia ini, padahal Negara Indonesia adalah negara yang agraris. Sebuah kebanggaan bagi yang merasa sebagai warga negara Indonesia karena mempunyai kekayaan baik Sumber Daya Alam maupun Sumber Daya Manusia begitu melimpah dari tanah Indonesia ini. Dan juga semakin dibanggakan karena kekayaan Indonesia bukan hanya dapat digunakan sebagai mata pencaharian atau sumber kehidupan dan penghasilan, namun juga menjadi tempat tinggal yang nyaman dan aman secara ekologis.
Akan tetapi itu semua merupakan kondisi terdahulu, eksploitasi yang berlebihan, pembabatan hutan liar, budaya membuang sampah sembarangan, dan hal-hal lainnya yang berjalan tanpa memperhatikan keberlanjutan sebuah sistem yang utuh dan menyeluruh dan akhirnya merusak bahkan bisa dibilang menghancurkan alam. Secara menyeluruh, hal ini dapat menimbulkan penderitaan, penyakit, bencana, hingga akhirnya kemiskinan masyarakat.
Banyak sekali hal ataupun kejadian yang dapat dilihat dan akhirnya jelas dirasakan akan adanya sebuah kerugian. Hutan Kalimantan yang rusak sehingga mengganggu siklus maupun habitat dari beberapa spesies dan keanekaragama hayati, eksploitasi tambang yang berlebihan yang hanya menghasilkan rusaknya struktur tanah juga polusi, eksploitasi “air”.Belum lagi sampah yang membludak di tiap sungai, pemakaian AC, dan asap kendaraan.
Akibat yang kemudian muncul, bukan hanya menjadi keprihatinan bersama yang cukup untuk direnungkan saja, namun juga menyangkut mentalitas masing-masing individu atau pribadi yang menunjukkan rendahnya kesadaran akan “Peduli Lingkungan Hidup”.
Untuk itu perlu digerakkan upaya pemberdayaan lingkungan hidup dan pemantapan atau perubahan mentalitas tiap individu secara mendasar. Karena perlu disadari bahwa “Semua makhluk dan ciptaanNya merupakan sebuah proses hidup yang saling berkesinambungan.
BAB II
ISI

A. PENGERTIAN LINGKUNGAN HIDUP
Lingkungan hidup adalah Kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup, termasuk manusia dan perilakunya, yang mempengaruhi kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lain.
Kebutuhan masyarakat ⇨ meningkat
Berdampak pada terwujudnya perilaku masyarakat yang eksploitatif terhadap Sumber Daya Alam (SDA) yang ada sehingga berakibat pada menurunnya tingkat maupun kualitas SDA di Indonesia secara cepat.

B. PENCEMARAN LINGKUNGAN 

Pencemaran lingkungan merupakan masalah kita bersama, yang semakin penting untuk diselesaikan, karena menyangkut keselamatan, kesehatan, dan kehidupan kita. Siapapun bisa berperan serta dalam menyelesaikan masalah pencemaran lingkungan ini, termasuk kita. Dimulai dari lingkungan yang terkecil, diri kita sendiri, sampai ke lingkungan yang lebih luas.
Permasalahan pencemaran lingkungan yang harus segera kita atasi bersama diantaranya pencemaran air tanah dan sungai, pencemaran udara perkotaan, kontaminasi tanah oleh sampah, hujan asam, perubahan iklim global, penipisan lapisan ozon, kontaminasi zat radioaktif, dan sebagainya.
Untuk menyelesaikan masalah pencemaran lingkungan ini, tentunya kita harus mengetahui sumber pencemar, bagaimana proses pencemaran itu terjadi, dan bagaimana langkah penyelesaian pencemaran lingkungan itu sendiri.
Polusi atau pencemaran lingkungan adalah masuknya atau dimasukkannya makluk hidup, zat energi, dan atau komponen lain ke dalam lngkungan atau berubahnya tatanan lingkungan oleh kegiatan manusia atau oleh proses alam sehingga kualitas lingkungan turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan lingkungan menjadi kurang atau tidak dapat berfingsi lagi sesuai dengan peruntukannya (UU Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup No. 4 Tahun 1982).
Pencemaran dapat timbul sebagai akibat kegiatan manusia ataupun disebabkan oleh alam (misal gunung meletus, gas beracun). Ilmu lingkungan biasanya membahas pencemaran yang disebabkan oleh aktivitas manusia, yang dapat dicegah dan dikendalikan.
Karena kegiatan manusia, pencermaran lingkungan pasti terjadi. Pencemaran lingkungan tersebut tidak dapat dihindari. Yang dapat dilakukan adalah mengurangi pencemaran, mengendalikan pencemaran, dan meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap lingkungannya agar tidak mencemari lingkngan.
Zat atau bahan yang dapat mengakibatkan pencemaran di sebut polutan. Syarat-syarat suatu zat disebut polutan bila keberadaannya dapat menyebabkan kerugian terhadap makluk hidup. Contohnya, karbon dioksida dengan kadar 0,033% di udara berfaedah bagi tumbuhan, tetapi bila lebih tinggi dari 0,033% dapat memberikan efek merusak. Suatu zat dapat disebut polutan apabila :
1. Jumlahnya melebihi jumlah normal.
2. Berada pada waktu yang tidak tepat.
3. Berada di tempat yang tidak tepat.
Sifat polutan adalah :
Merusak untuk sementara, tetapi bila telah bereaksi dengan zat lingkungan tidak merusak lagi.
Merusak dalam waktu lama. Contohnya Pb tidak merusak bila konsentrasinya rendah. Akan tetapi dalam jangka waktu yang lama, Pb dapat terakumulasi dalam tubuh sampai tingkat yang merusak.
C. SUMBER PENCEMARAN
a. Pencemaran Air
Pencemaran air adalah masuknya atau di masukannya makhluk hidup, zat, energi dan atau komponen lain ke dalam air oleh kegiatan manusia sehingga kualitas air turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan air tidak berfungsi lagi sesuai dengan peruntukkanya.
Pencemaran air dapat dikelompokkan ke dalam dua kategori yaitu: Sumber Sumber Langsung Tidak Langsung Pencemaaran Air
# Sumber – sumber langsung
adalah buangan (effluent) yang berasal dari sumber pencemarnya yaitu limbah hasil pabrik atau suatu kegiatan dan limbah domestik berupa buangan tinja dan buangan air bekas cucian,serta sampah. Pencemaran terjadi karena buangan ini langsung di buang ke dalam badan air, (system) seperti sungai , kanal, parit atau selokan.
# Sumber Tidak Langsung
adalah kontaminan yang masuk melalui air tanah akibat adanya pencemaran pada air permukaan baik dari limbah industri maupun dari limbah domestik…
Sumber & Karakteristik Limbah Cair
# Sumber Limbah Cair
∙ Limbah cair domestik terdiri dari air limbah yang berasal dari perumahan dan pusat perdagangan maupun perkantoran, hotel, rumah sakit, tempat” umum, lalu lintas, dll. BOD5 (biological oxygen dmand)
∙ Limbah Cair Industri adalah limbah yang berasal dari industri. Sifat-sifat air limbah industri relative bervariasi tergantung dari bahan baku yang di gunakan, pemakaian air dalam proses, dan bahan aditif yang digunakan selama proses produksi.
∙ Limbah Cair Pertanian berasal dari buangan air irigasi yg disalurkan kembali ke saluran drainase atau meresap ke dalam tanah. Limbah ini akan mempengruhi tingkat kekeruhan BOD5, COD ,pH . tetapi juga kadar unsure N, P, dan pestisida, insektisida
∙ Limbah Pertambangan berasal dari buangan pemrosesan yang terjadi diarea pertambangan misalnya tambang emas. Limbah ini akan mempengaruhi tingkat kekeruhan BOD5,COD,pH, tetapi juga kadar kimia yg digunakan dalam proses penambangan
# Karakteristik Limbah Cair
Karakteristik limbah cair dinyatakan dalam bentuk kualitas limbah cair dan jumlah aliran limbah cair yang dihasilkan.
∙ Kualitas limbah cair diukur terhadap kadar fisik, kimiawi dan biologis.
∙ Parameter yang diukur antara lain sebagai berikut:
▷ Parameter fisik
berupa padatan (partikel padat) yang ada dalam air (padatan total,padatan tersuspensi dan padatan terlarut) ;warna;bau dan temperature
▷ Parameter kimia
selain berupa kadar BOD5,COD, dan TOC yang menggambarkan kadar bahan organik dalam limbah, juga senyawa yg terkait dengan anomia bebas, nitrogen organik, nitrit, nitrat, fosfor organik dan fosfor anorganik,sulfat,klorida,belerang,logam berat (Fe,Al,Mn dan Pb), dan gas (H2O,CO2,O2, dan CH4)
▷ Parameter biologis
merupakan hal penting karena ada beribu-ribu bakteri per millimeter
dalam air limbah yang belum diolah. Jenis bakteri yang diukur adalah
bakteri golongan Coli.
b. Pencemaran Udara
Pencemaran udara yang disebabkan oleh aktivitas manusia dapat ditimbulkan dari 6 (enam) sumber utama, yaitu:
1. pengangkutan dan transportasi
2. kegiatan rumah tangga
3. pembangkitan daya yang menggunakan bahan bakar fosil
4. pembakaran sampah
5. pembakaran sisa pertanian dan kebakaran hutan
6. pembakaran bahan bakar dan emisi proses
Pencemaran udara disebabkan oleh asap buangan, misalnya gas CO2 hasil pembakaran, SO, SO2, CFC, CO, dan asap rokok
1. CO2
Pencemaran udara yang paling menonjol adalah semakin meningkatnya kadar CO2 di udara. Karbon dioksida itu berasal dari pabrik, mesin-mesin yang menggunakan bahan bakar fosil (batubara, minyak bumi), juga dari mobil, kapal, pesawat terbang, dan pembakaran kayu. Meningkatnya kadar CO2 di udara tidak segera diubah menjadi oksigen oleh tumbuhan karena banyak hutan di seluruh dunia yang ditebang. Sebagaimana diuraikan diatas, hal demikian dapat mengakibatkan efek rumah kaca.
2. Karbon monoksida (CO)
yaitu Gas yang tidak berwarna, tidak berbau, tidak berasa, tidak mudah larut dalam air beracun dan berbahaya..Dapat bertahan lama di muka bumi karena kemampuan atmosfer untuk menyerapnya adalah antara 1 dan 5 tahun.
Di kota-kota besar, sumber utama penghasil CO adalah kendaraan
bermotor seperti mobil, truck, bus, dan sepeda motor karena pembakaran BBM yang tidak sempurna . CO dapat terbentuk secara alamiah maupun sebagai hasil sampingan kegiatan manusia.
Di lingkungan rumah dapat pula terjadi pencemaran. Misalnya, menghidupkan mesin mobil di dalam garasi tertutup. Jika proses pembakaran di mesin tidak sempurna, maka proses pembakaran itu menghasilkan gas CO (karbon monoksida) yang keluar memenuhi ruangan. Hal ini dapat membahayakan orang yang ada di garasi tersebut. Selain itu, menghidupkan AC ketika tidur di dalam mobil dalam keadaan tertutup juga berbahaya. Bocoran gas CO dari knalpot akan masuk ke dalam mobil, sehingga dapat menyebabkan kematian
3. Timbal (Pb)
4. NO
5. Ozon
6. dll
c. Pencemaran Tanah
Pencemaran tanah saling terkait dengan pencemaran udara. Sampah-sampah yang tak bisa terurai ditimbun langsung ditanah menyebabkan rusaknya tanah bagi terutama bagi kegiatan pertanian. Belum lagi pencemaran udara yang mengkontaminasi udara dan dibawa air hujan ke tanah. Sehingga tanah menyerap bahan-bahan pencemar tersebut. Jika tumbuh-tumbuhan menyerap bahan pencemar tersebut maka akan terjadi akumulasi pada tubuh tanaman dan seterusnya dikonsumsi manusia. Kebanyakan sampah buangan rumah tangga juga sering ditimbun pada tanah, seperti yang terjadi di seluruh kota di Indonesia di TPA (tempat pembuangan akhir) sampah. Padahal tanah tidak bisa merubah segala bahan pencemar tersebut secara alami karena kemampuan tanah terbatas.
Tanah yang manusia butuhkan untuk tanaman bagi kebutuhan makanan adalah sangatlah vital. Kegiatan pertanian dewasa ini juga umumnya menggunakan bahan-bahan kimia untuk merangsang dan mempercepat pertumbuhan tanaman. Di sisi lain suatu saat pertanian secara intensif akan berakhir karena tanah tidak berdaya lagi mendukung tanaman tumbuh. Seperti pestisida dapat memproteksi tanaman dari hama dan penyakit.
Di pabrik-pabrik, kantor, hotel, restoran, juga di rumah, manusia memproduksi berton-ton sampah. Selama bertahun-tahun hak ini menjadi masalah yang masih belum terpecahkan. Sampah dapat dibakar, tetapi dapat mengakibatkan pencemaran udara. Juga dapat dibuang di sungai atau di laut, namun dapat mengakibatkan pencemaran air dan laut. Namun, sampah harus diletakkan di suatu tempat. Kebanyakan sampah tanpa dipilah langsung ditimbun dalam tanah (landfill). Tanah digali kemudian sampah diletakkan, ketika suatu tempat telah penuh ditimbun kembali dan lokasi ini tentunya tidak bisa dijadikan lahan pertanian.
Di dalam tanah terjadi proses dimana terjadi pembusukan kotoran yang memproduksi gas beracun methane yang bisa terlepas ke permukaan tanah. Bahan-bahan kimia lainnya dalam sampah tersebut larut dalam lapisan air tanah dan lewat jalur air (drainase) bawah tanah akan tersebar ke tempat lain. Aliran air dalam tanah yang telah terkontaminasi ini akan terbawa dan mencemari sumber-sumber mata air, sungai dan laut sehingga air tidak bisa diminum. Hal inilah yang secara tidak langsung menjadi sumber bagi pencemaran di sungai dan laut. Pada tanah tumbuhan yang hidup tak bisa dimakan, demikian pula halnya pada organisme di sungai dan di laut, begitu seterusnya.
Biasanya bersumber dari :
◈ Aktivitas Rumah Tangga/Pribadi
1. Sampah Dapur
2. Tas Belanjaan
3. Limbah cucian
4. Sampah kosmetik
5. Pembalut
◈ Aktivitas di tempat kerja/sekolah
1. Kertas
2. Karbon
3. Pita Mesin Ketik
4. Wadah bekas tinta/printer/tip ex
5. Plastik
d. Pencemaran Suara :
Meskipun pengaruh suara banyak kaitannya dengan faktor-faktor psikologis dan emosional, ada kasus-kasus di mana akibat-akibat serius seperti kehilangan pendengaran terjadi karena tingginya tingkat kenyaringan suara pada tingkat tekanan suara atau karena lamanya telinga terpasang terhadap kebisingan tersebut. Sangat penting mengetahui tingkatan intensitas suara yang dapat menimbulkan pencemaran suara.
Unit yang digunakan untuk menguku intensitas suara dalam lingkungan disebut decibel (dBA). Skala decibel dimulai dari 0 yaitu kurang lebih suara terhalus yang dapat didengar manusia. Skala ini meningkat secara logaritmik setiap 10 desibel. Contohnya suara mesin blender 90 desibel, mesin pabrik 100 desibel, konser rock dan subway 120 desibel, suara pesawat jet 150
desibel dan suara peluncuran roket 190 desibel.
Standar yang dikeluarkan OHSA (Occupational Safety and Health Administration) mengindikasikan bahwa mendengarkan terus suara lebih dari 85 dBA dapat merusak sistem pendengaran. Jika frekwensi suara 95 dBA didengarkan terus selama lebih dari 4 jam maka akan mengakibatkan pendengaran hilang. Pada frekwensi 115 dbA yang didengarkan hanya 15 menit setiap hari dapat pula menghilangkan pendengaran. Demikian pula orang yang mendengarkan musik setiap hari, walaupun hanya beberapa jam lambat laun sisem pendengaran akan berkurang. Pada komunitas kita, setiap saat kita dibombardir oleh suara. Suara mobil, kemacetan lalu lintas, mesin, alarm, suara kendaran dan pesawat dan lain-lain. Bahkan pada suasana rekreasi seperti mendengarkan konser musik dan mendengarkan stereo dari radio dan tape. Tidak hanya itu transportasi umum juga selain menghasilkan pencemaran udara juga menghasilkan pencemaran suara dari suara mesin sampai suara tape stereo di dalam mobil yang sering terdengar keras. Dan ironisnya sopir tidak menghiraukan pencemaran yang ditimbulkannya bagi penumpang dan orang sekitarnya
Berbagai penelitian menunjukan bahwa kebisingan menjadi penyebab utama kehilangan pendengaran 28 juta orang di Amerika Serikat. Karena kehilangan pendengaran berdampak pada komunikasi maka hal ini menimbulkan efek bergelombang. Dengan dampak negative pada keberadaan emosional dan sosial seseorang. Kebisingan akan menghilangkan pendengaran secara permanent. Bahkan pada hewan, kebisingan dapat mempengaruhi tingkah lakunya dan pada akhirnya berdampak pada ekosistem.
Penelitian lanjut yang berhubungan juga mengindikasikan bahwa kebisingan mempengaruhi perkembangan kognitif, tingkah laku sosial dan juga pembelajaran. Dan ini mempengaruhi perubahan fisiologi waktu tidur, darah tinggi dan pencernaan. Seperti kita ketahui, stress terjadi juga akibat dari kebisingan. Bahkan kebisingan kurang dari 85 dBA selama 8 jam perhari yang menjadi standar kebisingan dapat membuat kita marah dan naik darah.
Sebagai suatu isu lingkungan bagi kesehatan manusia, kebisingan di berbagai tempat tidak diberi prioritas status oleh pemerintah namun teramat penting. Kebisingan sebenarnya dapat dicegah dan dikurangi, dengan mengenal sumber-sumber kebisingan di dalam lingkungan dan memproteksi diri kita dari dampak sumber ini. Sumber-sumber kebisingan sebenarnya dapat dikontrol manusia relatif mudah dan hal ini tergantung pada penguasaan dan perkembangan teknologi yang telah ada.
Ternyata tidak ada cara yang benar-benar dipakai untuk tidak merusak lingkungan. Pencemaran telah merambah dalam semua aspek kehidupan manusia lewat udara, tanah, air bahkan suara. Segala aktifitas manusia berdampak pada kerusakan lingkungan dan manusia akhirnya menuai akibat tersebut.
F. PENGENDALIAN LINGKUNGAN HIDUP
Pengendalian pencemaran adalah upaya dalam mencapai produksi bersih. Dalam konsep ini limbah didefinisikan sebagai sumber daya yang tidak pada tempatnya.
Upaya/kegiatan pencegahan dan atau pemulihan terhadap pencemaran dan atau penanggulangan dan atau pemulihan terhadap pencemaran dan atau kerusakan lingkungan hidup, meliputi perencanaan, penataan, pemanfaatan, pengembanagn, pemeliharaan, pemulihan, monitoring, evaluasi, dan pengawasan serta penataan.
# Skema Penanganan Limbah Di Kawasan Industri Sistem Terpusat.
1. Daerah Pemukiman
2. Daerah Instalasi Industri Bak Jaringan Rlool Pengelolaan Badan Air
3. Daerah Kontrol Kota Limbah Cair Penerima Perdagangan
4. Daerah Perkantoran Pencemaaran Air


CONTOH MAKALAH IPA TENTANG LIMBAH


Contoh Makalah Limbah
BAB I
Pendahuluan
A.   Latar Belakang
Seiring dengan bertambahnya kebutuhan manusia, banyak juga diciptakan pemuas / pemenuhan kebutuhan manusia. Untuk itu muncullah pabrik-pabrik industry sebagai pengolah bahan mentah untuk kemudian diolah dengan sedemikian rupa menjadi barang setengah jadi maupun barang siap pakai, untuk selanjutnya akan dikonsumsi masyarakat. Dalam jumlah produksi yang sagat besar tiap harinya akan menghasilkan sisa-sisa hasil dari proses pengolahan yang tidak terpakai. Sisa-sisa inilah (limbah) bila terakumulasi dalam jangka waktu yang lama dapat mencemari lingkungan bila tidak ada penanganan khusus.
Kemudian, masyarakat yang sebagai pelaku konsumsi pun akan “mengeluarkan” limbah-limbah sebagai hasil penggunaan hasil barang produksi tersebut. Limbah ini dinamakan limbah rumah tangga. Meskipun sedikit lebih “aman”, bukan berarti dapat seenaknya saja membiarkan limbah ini dibuang begitu saja. Karena limbah sekecil apapun bila dalam jumlah yang besar dapat memberikan konstribusi besar dalam hal pengrusakan terhadap lingkungan. Untuk itulah diperlukan penanganan yang tepat dalam pengolahan limbah-limbah industry maupun limbah rumah tangga.
B.    Tujuan
Pembuatan makalah ilmiah ini bertujuan untuk :
  1. Mengurangi pengrusakan lingkungan oleh limbah-limbah rumah tangga
  2. Memberikan salah satu solusi cerdas pengolahan limbah rumah tangga secara tegas
  3.  Mengolah limbah rumah tangga menjadi barang yang berdaya guna
C.   Manfaat
Makalah ilmiah ini disusun, diharapkan dapat emberikan salah satu solusi penanganan limbah rumah tangga sehingga meminimalisir terjadinya pengrusakan lingkungan oleh limbah-limbah rumah tangga.
BAB II
Limbah dan Seluk Beluknya
A.    Apa itu limbah?
Secara umum yang disebut limbah adalah bahan sisa yang dihasilkan dari suatu kegiatan dan proses produksi, baik pada skala rumah tangga, industry, pertambangan, dll. Kehadiran limbah pada suatu saat dan tempattertentu tidak dikehendaki lingkungan karena tidak memiliki nilai ekonomis
Oleh sebab itu, masyarakat urang menaruh perhatian akan kedatangan limbah. Terdapat sebuah penelitian yang mengemukakan bahwa letak septic tank, cubluk (balong), dan pembuangan sampah berdekatan dengan sumber air tanah,
akan menyebabkan kualitas air menurun. Dari 636 sampel, 285 titik sampel sumber air tanah telah tercemar bakteri coli. Secara kimiawi, 75 % dari smber tersebut tidak memenuh baku mutu air minum yang parameternya dinilai dari unsure nitrat, nitrit, besi, dan mangan. ( sumber : pengelolaan limbah industry – Prof. Tjandra Setiadi, Wikipedia )
B.    Bentuk-Bentuk Limbah
Pada dasarnya limbah adalah buangan yang dihasilkan dari suatu proses produksi baik industry maupun domestic (rumah tangga, yang lebih dikenal dengan sampah). Limbah merupakan buangan yang berbentuk cair, gas, dan padat. Limbah mengandung bahan kimia yang sukar untuk dihilangkan dan berbahaya. Bahan kimia tersebut dapat member kehidupan bagi kuman-kumannpenyebab penyakit disentri, tipus, kolera, dsb. Dengan konsentrasi dan kuantitas tertentu, kehadiran limbah dapat berdampak negative terhadap lingkungan terutama bagi kesehatan manusia, sehingga perlu dilakukan penanganan terhadap limbah. Tingkat bahaya keracunan yang ditimbulkan oleh limbah tergantung pada jenis dan karakteristik limbah.
Berikut ini adalah karakteristik limbah :
1.    Karakteristik limbah :
  • berukuran mikro ataupun makro
  • dinamis
  • berdampak luas ( penyebarannya )
  • berdampak generasi panjang ( antar generasi )
2.   Faktor yang mempengaruhi kualitas limbah
  • Volume limbah
  • kandungan bahan pencemar
  • Frekuensi pembuangan limbah
3.  Berdasarkan karakteristiknya, limbah industry dapat digolongkan menjadi 4 jenis:
  • limbah cair
  • limbah padat
  • limbah gas & partikel
  • limbah B3 ( Bahan Berbahaya dan Beracun )
Diantara berbagai limbah diatas, jenis limbah B3 adalah limbah yang bersifat beracun atau berbahaya. Suatu limbah digolongkan menjadi limbah B3 bila mengandung bahan berbahaya atau beracun yang sifat dan konsentrasinya, baik langsung maupun tidak langsung dpat merusak atau mencemarkan lingkungan hidup atau membahayakan kesehatan manusia. Bahan limbah yang termasuk limbah B3 antara lain adlahbahan baku yang berbahaya dan beracun yang tidak digunakan lagi karena rusak, sisa kemasan, tumpahan, sisa proses, dan oli bekas kapal yang memerlukan penanganan dan pengolahan khusus. Bahan-bahan ini termasuk limbah B3 bila memiliki salah satu atau lebih karakteristik mudah meledak, mudah terbakar, besifat reaktif, beracun, menyebabkan infeksi, bersifat korosif , dll , yang bila diuji dengan toksikologi dapat diketahui termasuk limbah B3.
Sedangkan limbah beracun dapat digolongkan menjadi :
a.      Limbah mudah meledak
b.      limbah mudah terbakar
c.      limbah reaktif ( menyebabkan kebakaran )
d.      limbah yang menyebabkan infeksi karena mengandung kuman
e.      limbah yang bersifat korosif ( menyebakan iritasi )
C.   Limbah Rumah Tangga dan Pemanfaatannya
Selain limbah industri, pertambangan, dsb. Limbah rumah tangga memiliki kontribusi untuk merusak lingkungan. Limbah rumah tangga dapat berasal dari dapur , kamar mandi, limbah bekas rumah tangga, sampah serta kotoran manusia. Penempatan saluran drainase dan saluran limbah yang berdekatan dengan sumber mata air dapat merembes dan mengkontaminasi air. Sehingga mutu air tersebut menjadi tidak layak minum, serta jika tetap dikonsumsi akan menimbulkan penyakit berbahaya. Untuk itulah diperlukan penanganan serius terhadap limbah ini.
Limbah rumah tangga terdiri dari limbah organic dan anorganik. Limbah organic lebih mudah terurai oleh bakteri pengurai dan decomposer, sehingga penanganannya cukup mudah. Pemanfaatannya pun cukup banyak, diantaranya pemuatan kompos dari sisa kulit pisang, pembuatan eskrim dari ekstrak ikan, daur ulang kertas, dsb. Sedangkan limbah anorganik sangat susah untuk diuraikan seperti plastic membutuhkan waktu >100 tahun untuk terurai. Limbah anorganik mengandung senyawa-senyawa kimia berbahaya yang justru dapat member kehidupan bagi kuman-kuman penyebab disentri, tipus, koler, dll. Oleh karenanya jika tidak ditangani dengan serius, dapat mengganggu stabilitas ekosistem. Untuk itulah limbah ini harus di olah dengan berbagai cara. Misalnya dengan mendaur ulang plastic dan kaleng bekas. Dapat juga dengan cara kreaif dengan metode TGS untuk masyarakat yang ingin memperoleh nilai tambah ekonomis dari limbah. Contoh pemanfaatan limbah akan dibahas di bab selanjutnya.
BAB III
Pengolahan Limbah
A.   Pengolahan limbah
Beberapa faktor yang memengaruhi kualitas limbah adalah volume limbah, kandungan bahan pencemar, dan frekuensi pembuangan limbah. Untuk mengatasi limbah ini diperlukan pengolahan dan penanganan limbah. Pada dasarnya pengolahan limbah ini dapat dibedakan menjadi:
  1. pengolahan menurut tingkatan perlakuan
  2. pengolahan menurut karakteristik limbah
Untuk mengatasi berbagai limbah dan air limpasan (hujan), maka suatu kawasan permukiman membutuhkan berbagai jenis layanan sanitasi. Layanan sanitasi ini tidak dapat selalu diartikan sebagai bentuk jasa layanan yang disediakan pihak lain. Ada juga layanan sanitasi yang harus disediakan sendiri oleh masyarakat, khususnya pemilik atau penghuni rumah, seperti jamban misalnya.
  1. Layanan air limbah domestik: pelayanan sanitasi untuk menangani limbah Air kakus.
  2. Jamban yang layak harus memiliki akses air besrsih yang cukup dan tersambung ke unit penanganan air kakus yang benar. Apabila jamban pribadi tidak ada, maka masyarakat perlu memiliki akses ke jamban bersama atau MCK.
  3. Layanan persampahan. Layanan ini diawali dengan pewadahan sampah dan pengumpulan sampah. Pengumpulan dilakukan dengan menggunakan gerobak atau truk sampah. Layanan sampah juga harus dilengkapi dengan tempat pembuangan sementara (TPS), tempat pembuangan akhir (TPA), atau fasilitas pengolahan sampah lainnya. Dibeberapa wilayah pemukiman, layanan untuk mengatasi sampah dikembangkan secara kolektif oleh masyarakat. Beberapa ada yang melakukan upaya kolektif lebih lanjut dengan memasukkan upaya pengkomposan dan pengumpulan bahan layak daur-ulang.
  4. Layanan drainase lingkungan adalah penanganan limpasan air hujan menggunakan saluran drainase (selokan) yang akan menampung limpasan air tersebut dan mengalirkannya ke badan air penerima. Dimensi saluran drainase harus cukup besar agar dapat menampung limpasan air hujan dari wilayah yang dilayaninya. Saluran drainase harus memiliki kemiringan yang cukup dan terbebas dari sampah.
  5. Penyediaan air bersih dalam sebuah pemukiman perlu tersedia secara berkelanjutan dalam jumlah yang cukup. Air bersih ini tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan makan, minum, mandi, dan kakus saja, melainkan juga untuk kebutuhan cuci dan pembersihan lingkungan.
B.    Pemakaian ulang Limbah RT ( reuse house waste ) dengan metode TGS
Telah disebutkan pada subbab sebelumnya mengenai pemanfaatan limbah RT bahwa limbah RT dari jenis limbah anorganic, bila diolah dengan kreatif dengan metode TGS akan menghasilkan limbah yang bernilai guna. Limbah ini seperti kaleng bekas, kotak kayu bekas, hingga pipa bekas bangunan dapat digunakan sebagai bahan kerajinan. Bila pengolahan limbah tersebut menerapkan metode TGS, yaitu metode Tepat, Guna, Sederhana mampu memperoleh barang baru dengan tepat, berguna dan bermanfaat meskipun barang tsb sangat sederhana. Dengan adanya pemakaian kembali limbah anorganik RT, dapat mengurangi efek sampingan dari limbah.
Penggunaan limbah anorganik sangat dianjurkan sebagai salah satu penanganan terhadap masalah pencemaran limbah. Karena limbah harus diolah agar tidak mencemari dan membahayakan lingkungan. Pada makalah inilah, pemakaian kembali akan dilakukan terhadap bungkus rokok untuk dijadikan asbak. Pengolahan menggunakan metode TGS.
C.   Pemanfaatan Bungkus Rokok sebagai reuse House Waste
Bungkus rokok mudah untuk dijadikan barang daur ulang dengan mengikuti langkah sebagai berikut :
a.       Bahan dan Alat :
           1.  bungkus rokok 4 buah (sama)
           2.  isolasi (perekat)
           3.  Gunting
           4.  karton
b.      Cara pembuatan :
  1. Siapkan alat dan bahan diatas
  2. Buka tutup bungkus rokok dan satukan dengan bungkus rokok yang lain dengan tegak lurus.
  3. Ulangi langkah no.2 dengan 2 bungkus rokok lainnya
  4. Kuatkan dengan perekat / isolasi
  5. Pada alasnya diberi alas karton
Bungkus rokok diatas tepat diolah menjadi asbak yang berguna untuk menampung abu rokok,meskipun bentuknya sangat sederhana. Walupun sederhana, setidaknya mampu meminimalisir dampak kerugian limbah.
BAB IV
Penutup
Kesimpulan :
Limbah sebagai hasil dari suatu kegiatan dan proses produksi, baik pada skala industri, pertambangan maupun skala rumah tangga, mampu merusak stabilitas ekosistem, mencemari lingkungan serta memberi kehidupan bagi kuman-kuman penyebab penyakit. Limbah rumah tangga yang notabene dari masyarakat banyak memberi kontribusi efek negative dari pembuangan limbah yang dibuang secara sembarangan. Senyawa-senyawa kimia yang terkandung didalamnya sangat berbahaya bagi kesehatan manusia. Untuk itulah diperlukan pengolahan atau daur ulang limbah sebagai cara untuk mangurangi resiko pencemaran lingkungan.
Tujuan utama pengolahan limbah ialah untuk mengurangi kandungan bahan pencemar didalam air terutama senyawa organic, padatan tersuspensi, mikroba pathogen dan senyawa organic yang tidak dapat diuraikan oleh mikroorganisme yang terdapat dialam. Dengan kemajuan terknologi seperti ini, kiranya tidak terlalu susah bagi kita untuk mengupayakan pengolahan limbah RT sendiri.
Saran :
Limbah rumah tangga yang berjenis anorganik diharap mampu diolah kembali, meskipun dengan sederhana. Serta menerapkan penempata limbah (sampah) dengan sesuai jenisnya, apakah limbah organic atau anorganik, agar lebih mudah mendaur ulang.
Daftar Pustaka
http://id.shvoong.com/humanities/1642371-mengolah-limbah-rumah-tangga/
http://id.wikipedia.org/wiki/limbah beracun
Welcome to my Personal Blog – Anda sedang membaca artikel tentang Contoh Makalah Limbah dan anda bisa menemukan artikel Contoh Makalah Limbah ini dengan kata kunci Contoh Makalah Limbah, Anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya jika artikel Contoh Makalah Limbah ini sangat bermanfaat bagi teman-teman Anda, namun Jangan lupa untuk meletakkan link postingan tentang Contoh Makalah Limbah sebagai sumbernya

to get more information for related topics Contoh Makalah Limbah You can do a search in that category in the menu above, this topic is about Contoh Makalah Limbah by isomwebs.com